Lo tahu nggak? Sarung itu nggak cuma identik sama Indonesia aja, tapi juga dipakai di berbagai negara seperti:
1. Myanmar (disebut longyi)
2. India dan Sri Lanka (disebut lungi)
3. Afrika Timur (kanga atau kikoi)
4. Arab (sering mirip dengan izar)
🔸 Indonesia & Malaysia – Sarung
Di Indonesia, sarung adalah pakaian ikonik yang lekat dengan budaya, ibadah, dan acara adat. Di Malaysia juga sama—dari Kedah sampai Kelantan, sarung dipakai sehari-hari, bahkan jadi bagian dari seragam sekolah agama!
🔸 Myanmar – Longyi
Di Myanmar, sarung dikenal sebagai longyi. Semua kalangan memakainya—dari petani sampai pejabat! Uniknya, pria dan wanita punya gaya ikatan yang berbeda. Bahkan, longyi juga masuk ke dunia politik, anggota parlemen di sana pun memakainya.
🔸 India, Pakistan, Bangladesh – Lungi
Di India Selatan dan Bangladesh, “lungi” adalah pilihan utama buat kegiatan sehari-hari. Bahannya tipis, nyaman, cocok buat iklim panas. Kadang pakai motif kotak-kotak warna cerah yang khas banget. Bahkan di beberapa tempat, lungi dianggap simbol kebebasan dan perlawanan terhadap gaya barat!
🔸 Afrika Timur – Kikoi / Kanga
Di negara seperti Tanzania dan Kenya, kain semacam sarung dikenal sebagai kikoi atau kanga. Warna dan motifnya mencolok, sering dihiasi dengan kata-kata bijak dalam bahasa Swahili. Keren ya? Kayak quotes fashion statement.
Biarpun bentuknya mirip, tiap negara punya nilai dan filosofi sendiri yang nempel di kain ini. Tapi ada satu benang merah yang nyambung: kesederhanaan yang penuh makna. Dalam dunia fashion modern, itu justru dianggap cool. Simpel, fleksibel, dan bisa diinterpretasi ulang.
Artinya? Sarung adalah simbol global fashion dengan akar budaya yang kuat. Banyak desainer internasional juga mulai melirik sarung sebagai inspirasi, dari runway Paris sampai fashion editorial di Jepang. Kalau lo pakai sarung hari ini, lo bukan ketinggalan zaman, justru lo jadi bagian dari gerakan global yang ngangkat identitas lokal jadi tren dunia.