Membiasakan anak beribadah itu gak harus serius dan kaku, lho! Kita bisa bikin suasana yang fun dan penuh makna. Pertama, coba ubah mindset dengan menjadikan ibadah sebagai hadiah, bukan kewajiban. Misalnya, ajak anak sholat Dhuha dulu sebelum menikmati es krim favoritnya. Buat juga sistem reward sederhana, seperti kalau seminggu sholat tepat waktu, kita ajak mereka main ke taman. Dengan begini, anak akan mengasosiasikan ibadah dengan hal-hal positif.
Kedua, sering-seringlah memberi pujian spesifik ketika mereka beribadah. Misalnya, "Wah, tadi adik wudhunya sudah benar urutannya!" atau "Kakak baca Al-Fatihah-nya pelan-pelan, bagus sekali!" Pujian seperti ini bikin anak merasa dihargai dan semakin termotivasi. Jangan lupa, jadikan ibadah sebagai quality time keluarga. Sholat berjamaah sambil saling memegang tangan, atau baca Quran bersama sebelum tidur bergantian satu ayat. Bisa juga direkam jadi video kompilasi biar makin berkesan!
Agar lebih seru, coba permainan kreatif seputar ibadah. Misalnya, lomba adzan untuk melihat siapa yang paling merdu, atau tebak-tebakan doa sehari-hari. Bisa juga ajak anak menghafal surat pendek sambil dikasih gerakan tangan biar gak boring. Yang nggak kalah penting, ceritakan keajaiban-keajaiban kecil dari ibadah dengan bahasa yang mudah dicerna. Misalnya, "Kemarin Ayah berdoa mau ketemu klien penting, ternyata berhasil!" atau "Dulu Mama rajin sholat Dhuha, terus dapat rezeki tak terduga."
Terakhir, bikin ibadah makin personal dengan melibatkan anak dalam memilih perlengkapannya, seperti mukena atau sajadah favorit. Pasang juga wallpaper kalendar ibadah di HP-nya, atau buat "passport ibadah" yang bisa distempel tiap selesai beribadah. Intinya, biar anak merasa ibadah itu sesuatu yang menyenangkan dan jadi bagian alami dari keseharian mereka. Dengan cara-cara kreatif seperti ini, insya Allah anak akan tumbuh dengan kecintaan pada ibadah, bukan sekadar kewajiban yang dipaksakan!